July 1, 2020

Profil Ummi Saroh

Sosok keibuan yang memiliki bakat Spiritual sejak lahir ini akrab disapa “Ummi Saroh”. Segudang pengalaman hidupnya sangat sarat akan keanehan dan keajaiban yang tak bisa dinalar dengan akal sehat. Mulai dari penglihatan akan dunia ghaib yang begitu tajam, indera keenam yang bisa melihat masa depan dan hal hal bahaya yang akan terjadi.

Lahir di Bumi Santri, “Kudus” Jawa Tengah membuat Ummi Saroh gemar akan ilmu ilmu wali, ilmu hikmah dan ilmu spiritual. Sejak kecil, beliau menekuni bidang spiritual yang ternyata mampu mengubah hidupnya.

Muslimah anggun nan berbakat ini memiliki nama Asli Siti Maisaroh. Namanya begitu sarat akan makna, yakni wanita pembawa kebahagiaan dan penuh kehormatan. Selain karena kecintaannya pada Ilmu Spiritual, menjadi seorang Konsultan Spiritual timbul karena adanya motivasi dalam diri Ummi Saroh untuk mengajak kepada kebaikan.

Adanya Ilmu Spiritual bukan berarti sebuah kesesatan, melainkan menunjukkan jalan yang benar bahwa hanya dengan ilmu Spiritual lah segalanya bisa dipecahkan. Karena sejatinya, Ilmu Spiritual adalah ilmu tinggi dimana manusia bisa langsung terhubung dengan Tuhan-NYA.

Selain karena bakat, terasahnya Ilmu Spiritual Ummi Saroh adalah dari efek seringnya melalukan wirid dan dzikir juga mengamalkan hizib dan amalan hikmah tertentu. Inilah yang menyebabkan beliau mampu membaca pikiran orang lain dan sangat peka terhadap kejadian di lingkungan sekitar.

Segala urusan kehidupan, tombaknya adalah ikhtiar, doa dan tawakkal yang mana semua itu membutuhkan energi spiritual. Sebuah energi yang bertumpu pada kekuatan Ilahi, pendekatan diri pada Yang Maha Kuasa dan selalu meminta pada ALLAH TA’ALA.

Energi spiritual adalah energi terbesar dalam kehidupan yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi segala masalah, baik masalah dunia maupun akhirat.

Bakat Spiritual Bawaan Sejak Lahir

Sudah dikatakan bahwa Ummi Saroh memiliki bakat spiritual sejak lahir. Kelahirannya memang normal seperti bayi pada umumnya yang membawa suka cita bagi keluarganya.

Memasuki usia 2 tahun, Saroh kecil suka ngobrol sendiri. Entah dengan siapa dia berbicara, tak kasat mata. Menurut orang tuanya, adalah hal wajar bila seorang bayi berbicara sendiri. Istilahnya ngobrol dengan sedulur papat limo pancer atau “saudara tua”.

Tapi lama kelamaan, ketika masuk usia 4 sampai 5 tahun Saroh kecil selalu bercerita hal hal yang terjadi di masa lampau. Mulai dari tragedi kecelakaan, kasus pembunuhan hingga peristiwa kriminal lainnya di suatu tempat yang didatanginya.

Bahkan ketika masih kecil, dirinya mengaku selalu didatangi kakek-kekek, nenek nenek, anak kecil, hingga gadis remaja dan diajak bicara. Sosok sosok ini ingin menjadikannya teman. Karena masih sangat kecil, beliau tidak memiliki rasa ketakutan malah justru senang dengan kehadiran sosok sosok ini yang membuatnya tidak merasa kesepian.

Masuk usia 10 tahun, Saroh kecil selalu diperlihatkan sosok tak kasat mata yang menyeramkan. Mulai dari sosok kuntil anak, tuyul, genderuwo, pocong, babi ngepet hingga sosok wanita cantik bak seorang Ratu.

Tentu saja hal ini sangat mengganggu dirinya, hampir setiap hari dirinya pingsan tatkala didatangi sosok menyeramkan tersebut. Kondisi ini membuat kedua orang tuanya khawatir hingga membawanya ke seorang Guru Spiritual yang mencoba menutup mata batinnya.

Namun yang namanya bakat spiritual, ditutup dengan cara apapun tetap saja mata batin Saroh kecil tetap terbuka. Kemudian dirinya diberikan amalan amalan untuk sedikit meredakan rasa takutnya ketika melihat sosok ghaib menyeramkan.

Pengalaman Spiritual Ummi Saroh

Memasuki usia 15 tahun, bakat spiritual Saroh remaja semakin tak terkendali. Dirinya selalu bermimpi yang mana mimpi ini terasa amat nyata. Hampir setiap malam jam 01.00 dini hari dirinya terbangun dan seakan dibangunkan sosok nenek tua untuk melakukan sholat malam.

Anehnya, hal ini terjadi setiap hari dan di jam yang sama. Bahkan setiap selesai sholat malam dirinya mengaku sangat mengantuk dan tanpa sadar langsung tertidur di atas sajadah dalam kondisi masih mengenakan mukena.

Mimpinya pun selalu sama, yakni diajak sosok nenek yang membangunkannya sholat tadi ke suatu tempat. Tempat yang tak pernah dia kunjungi dan tidak pernah diketahuinya. Suatu tempat yang rindang, banyak pepohonan hijau dan mengalir sungai dengan air yang sangat jernih.

Bahkan terdapat Goa yang di dalamnya penuh dengan cahaya lilin, bukan Goa angker yang menyeramkan. Dalam mimpinya ini, Saroh remaja dibimbing oleh sosok Nenek yang mengaku Namanya adalah “Nyai Kahiyang Bintari”

Banyak amalan yang diajarkan sang Nyai Bintari dalam mimpi Saroh remaja. Mulai dari wirid pendek hingga doa doa spiritual yang tentunya kala itu beliau tidak memahaminya. Semakin lama, doa yang diajarkan semakin Panjang dan semakin Panjang.

Namun anehnya, Saroh remaja bisa menghafalnya di luar kepala. Seakan sudah lama dia mempelajarinya di dunia nyata. Hal ini terus terjadi selama 41 hari lamanya. Mimpi yang sama, di tempat yang sama namun diajarkan hal hal berbeda oleh sang Nyai Bintari.

Karena rasa penasaran sekaligus ketakutannya, Saroh remaja menceritakan hal ganjil yang dialaminya ini pada Guru ngajinya. Al hasil, dirinya mendapat jawaban. Bahwa sebenarnya sang Nyai Bintari sejatinya ingin menurunkan ilmunya pada Saroh remaja. Kata sang Guru, bukan sembarang orang yang bisa menuruni ilmu spiritual secara langsung.

Harus orang orang terpilih yang memang memiliki kemampuan serta cakra yang terbuka sejak lahir, dan ini yang terjadi pada Ummi Saroh. Dirinya terpilih menjadi orang yang akan mengemban amanah sebuah ilmu suci yang bermanfaat untuk membantu banyak orang.

Dan hingga kini, dirinya masih tidak tahu siapa sebenarnya sosok Nyai Bintari. Dirinya hanya tahu bahwa sang nenek ghaib itulah yang menjadi Guru Spiritual Kebatinan bagi dirinya hingga saat ini.

Awal Kisah Menjadi Guru Spiritual

Ada sebuah cerita unik dimana seorang teman mengaji Ummi Saroh ini mengalami kesurupan. Kala itu, tak sengaja temannya mengambil bunga kamboja di sebuah makam. Temannya ini mendatangi makam sang nenek untuk nyekar, tapi yang Namanya anak kecil pasti suka iseng mengambil bunga bunga yang ada disana.

Nah, sampai di rumah temannya ini langsung bernyanyi dan menari serta berlagak seperti seorang sinden atau penari ronggeng. Tentu saja hal ini membuat bingung seisi rumah. Seorang gadis remaja usia 15 tahun yang tak pernah belajar sinden tiba tiba bisa bersuara seperti itu dan menari dengan luwesnya.

Tetangga pun ikut keluar rumah menyaksikan kegegeran yang terjadi, termasuk Saroh remaja. Sebagai tetangga dirinya ingin melihat apa yang terjadi pada temannya ini. Sudah banyak orang pintar yang diundang ke sana guna menyembuhkan sang teman. Tapi hasilnya nihil, yang ada para orang pintar ini malah disembur dengan air ludah oleh korban kesurupan ini.

Akhirnya karena keadaan sudah tidak bisa dikendalikan lagi, Saroh remaja tiba tiba teringat dengan pelajaran yang diberikan Nyai Kahiyang Bintari. Dia pun merapalkan sebuah doa yang tiba tiba terbersit di benaknya.

Dengan mengambil daun sirih yang ada di belakang rumahnya dan mengambil tanah di bawah padasan (tempat berwudhu bagi orang jawa), saroh remaja masih tetap membaca wirid.

Tanah ini pun dilemparkannya ke arah temannya yang kesurupan. Sedangkan daun sirinya ditempel ke jidat di korban. Seketika temannya ini berhenti menyanyi dan menari, kemudian dengan nada lirih sang korban berkata; “kembalikan bunga kambojaku”.

Dari situlah singakt cerita semua keluarga tahu bahwa penyebab kesurupan anaknya ini adalah karena mengambil bunga kamboja dari makam. Ternyata, makam ini merupakan makam bekas pesinden dan penari ronggeng yang sudah meninggal ratusan tahun lalu.

Berawal dari sinilah, Ummi Saroh yang kala itu masih remaja sering dimintai solusi masalah bagi orang-orang sekitarnya. Bahkan sering menjadi tempat curhat teman dan keluarga, yang ternyata Solusi yang diberikan Ummi Saroh sangat membantu. Memberikan amalan-amalan hikmah, dzikir yang menyejukkan hati serta riyadhoh yang bisa memberikan perubahan dalam setiap masalah yang dihadapi itulah yang menjadikan Ummi Saroh menyandang gelar Guru Spiritual Islami seperti sekarang ini.

Buka Aura, Amalan Ilmu Hikmah, Ilmu Mahabbah, Ilmu Asmak, Ilmu Laduni dan segala ilmu yang berhubungan dengan Spiritual mampu beliau kuasai untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Niat dan Ilmu menjadi bekal Ummi Saroh untuk terjun membantu sesama. Niat baik, tulus untuk mengharap ridhlo Allah saja tidak cukup. Butuh suatu ilmu yang bisa mendukung terwujudnya niat tulus menjadi seorang Guru Spiritual.

Beliau berprinsip bahwa Setinggi-tingginya ilmu tak akan ada artinya bila tidak dimanfaatkan dengan benar demi kebaikan bersama.